Simplicity is the Ultimate Sophistication


Pagi hari di kota besar seperti Jakarta dibanjiri dengan sinar matahari dengan warna keemasan. Para profesional terlihat tergesa-gesa meninggalkan tempat kediaman untuk berangkat ke kantor agar tidak telat kerja semenit. Dari perjuangan yang cukup tangguh untuk sampai ke kantor, pekerjaan dimulai dengan melakukan aktivitas rutin - mengecek email yang masuk sambil menyesap kopi tubruk hitam hangat yang kental. Gambaran inilah yang banyak dialami oleh setiap insan pekerja di tengah hiruk pikuknya kota metropolitan.


Dari panggilan meeting dengan client potensial, menghadapi vendor yang tidak bertanggung jawab, memonitor proyek agar tepat deadline dan melakukan presentasi yang persuasif kepada board of director untuk pengambilan keputusan adalah hal yang mungkin dan biasa terjadi dalam menambah dinamika pekerjaan yang padat. Banyak kita mungkin berkata di hati kecil kita; Apakah mungkin setiap hari bisa lebih dari 24 jam? Kenyataannya setiap hari tidak bisa lebih dan kurang dari 24 jam adalah kenyataan hidup yang harus diterima.


Menit jarum satuan waktu mulai mendekati angka 12, menunjukan jam efektif bekerja akan selesai. Tangan-tangan yang tadinya di keyboard laptop mulai menggenggam smartphone untuk memesan ojek dengan aplikasi online harga promo, dengan harapan mendapatkan potongan cash back terbesar. Pada rushing hour terlihat para profesional keluar dari gedung ditunggu oleh para driver berhelm hijau dengan senyum mereka terbaik siap untuk mengantar kemanapun pelanggan harapkan - sesuai aplikasi tentunya. Kemacetan mulai memadati jakarta seakan-akan ini adalah keseharian yang tidak dapat dielakan. Tidak hanya di jalan raya, di dalam kereta padat dengan lautan manusia berharap cepat sampai ke rumah dengan selamat. Sesampainya di depan rumah, perasaan lega dan bahagia mengalir saat membuka pintu rumah. Tetapi OMG kenapa rumah terlihat seperti kapal pecah, mainan anak-anak berserakan dimana-mana. Kepala seakan penuh dengan banyak pekerjaan yang belum terselesaikan dan harus menghadapi kenyataan hidup. Apakah keadaan ini yang sering Anda hadapi sehari-hari?


Untuk menghadapi hal seperti ini kita perlu menjadi proaktif. Tidak menyerah, mengikuti arus yang ada dan menjadikannya lumrah, atau sebaliknya melakukan penyesuaian dan menyederhanakan hidup kita? Simplify your life (sederhanakan hidup Anda)! Anda hanya ingin menghabiskan waktu untuk hal yang penting bagi Anda. Mulai mengeluarkan semua yang tidak perlu, sehingga yang tersisa adalah yang paling utama/penting untuk Anda. Simplicity adalah tentang esensi (yang terutama) dan tujuan. Ini berarti menyederhanakan sebanyak mungkin dan bukan berarti mengurangi esensinya, sehingga hanya menghabiskan waktu untuk hal-hal yang penting.


Simplicity is the Ultimate Sophistication ~ Leonardo da Vinci

Bagaimana cara menyederhanakan hidup Anda?

  • Memperjelas dan fokus pada apa yang benar-benar penting bagi Anda. Ini berarti melakukan lebih dari apa yang membuat Anda benar-benar produktif dan menghasilkan kemajuan dalam hidup Anda.

  • Menghilangkan sebanyak mungkin gangguan dari hidup Anda. Anda benar-benar dapat hidup dalam mimpi yang Anda harapkan dan pemenuhannya.